12/28/2018

Mengisi Kehampaan Rasa dengan MengingatNya

| 12/28/2018
Malam mulai menjelang. Rasa galau atau hampa melanda hati yang lemah ini. Mondar mandir dengan fikiran kosong yang membuat semakin merana. Entah... aku kembali berfikir lagi, mengapa ini terjadi.

Kejadian demi kejadian aku alami, dalam malam sering teringat dia yang jauh disana. Dia yang tak bisa dalam pelukan, dia yang memilih orang lain sebagai pendamping hidupnya. Aku mencoba melapangkan rasa tentang hal ini. Dengan berbagai cara untuk melupakannya. Hingga puncaknya dimalam ini.

Mengingat Alloh di Kala Malam


Singkat cerita dalam benak yang gulana  ini terbelisit untuk istirahat sejenak dalam palung malam. Berteman kantung kehangatan berharap cepat terlelap dan kembali dengan kesegaran fikiran dan rasa. Namun fikiran ini mencoba selalu berfikir bagaimana mengatasinya. Kegundahan yang aku alami harus bisa hilang berganti kebahagiaan, fikirku menyemangati diri sendiri.

Mengingat Sang Pencipta bersenandung sholawat dalam hati aku lakukan. Terus aku lakukan dan terus aku lakukan hingga sampai titik waktu terasa dalam tubuh ini. Ada apa dibalik telingaku seperti ada sesuatu yang keluar, aku coba abaikan. Terus aku bersholawat dan mencoba mengingatNya hingga akhirnya ketika aku berbalik dalam tidurku keluarlah sebuah kapas yang sekian lama bersarang di dalam telinga.

Aku berfikir ada apa ini ? Hingga diri ini sadar bahwa Dia lah Alloh yang Maha Pengasih dan Penyayang. Mengeluarkan kapas bekas cutton bud yang telah lama tertinggal di telingaku. Tanpa ada biaya pikirku, mungkin bila pergi ke dokter waktu itu akan keluar biaya untuk mengambil kapas itu. Alhamdulillah kejadian ini mengingatkanku bahwa Allohlah yang selalu mengasihi dan menyayangiku. Rasa sayang pada insan manusia biasa tak bisa lebih cintanya Dia pada diri kita.

Alhamdulillah dengan adanya hal itu aku menyadari bahwa mengingat Alloh akan memudahkan perjalanan hidup ini. Kala senang bersyukur dikala sedih bersabar. Semoga istiqomah. Amiin.

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar