Rabu, 12 Desember 2018

Kembali Kerja Sebagai Buruh Buat Baglog Jamur

Pagi ini di saat mata masih ngantuk kembali aku tuliskan kata demi kata dalam blog sederhana ini. Blog yang aku bikin dengan dengan keterbatasan pengetahuan dan juga biaya. Entah besuk apa jadinya jika tulisan - tulisanku sudah banyak menjadi isi dalam almari kecil ini.
Slamet


Seorang pemuda buruh pabrik baglog jamur ngeblog dengan berbagai alasan salah satunya ingin bercerita namun sulit untuk mengungkapkan dengan lisan. Lewat tulisan sederhana ini mungkin bisa mewakili liak liuk intonasi hati yang kadang tak terwakili oleh lisan. Berbagai cara berlatih bicara dengan lisan namun sering kali tak sesuai dengan seringai tak sesuai dengan rasa. Entah karena apa, mungkin kesombongan dan dosa - dosa yang telah lekat dalam darah daging saya.

Aku ini pemuda desa sering dipanggil slamet yang kini berlatih sabar dengan apa yang ada dalam kondisi batinnya. Seorang pemuda lulusan D3 yang kini masih menjadi seorang buruh di kampung. Meskipun menjadi seorang buruh aku sendiri tidak canggung karena itu sebuah anugrah yang harus aku syukuri. 

Menjadi buruh pabrik jamur adalah Rahmat dari Alloh atas doaku yang memohon pekerjaan jalan rejeki yang Alloh Ridhoi. Aku merasa ini adalah RahmatNya yang luar biasa, yang mungkin orang lain menganggapnya adalah biasa ataupun mungkin dipandang remeh bagi seorang lulusan D3. Namun bagiku tidak, ini tetap sebuah jalan menuju RidhoNya.

Hari ini aku akan kembali kerja setelah beberapa hari libur karena adanya acara pernikahan salah satu juraganNya. Ya hampir 2 minggu libur dan kini akan mulai lagi. Mudah mudahan aku diberi keselamatan dan kekuatan lahir batin serta selalu dalam lindunganNya. Amiin

Aku kira sedikit cerita ini bisa menjadi catatan yang dapat mengingatkanku tentang bersyukur dan selalu berdoa dan berusaha dalam kehidupan ini. Semoga juga kesabaran dilimpahkan pada diri yang lemah ini. 

Oke selamat beraktifitas buat semua pembaca, jangan lupa untuk selalu berusaha menjadi lebih baik.


2 komentar

  1. Saya sangat terkesan dengan kisahnya. Bisa dikatakan kehidupan kita hampir senasib.
    Saya yang kini bergelar S.Pd malah tidak sesuai dengan seharusnya saya bekerja.
    Tapi kita harus tetap bersyukur, setidaknya pemikiran kita harus berbeda dari rekan sesama pekerja.
    Tentu dengan bekal D3 yang mas miliki akan jauh lebih baik lagi dibanding orang yang dibawah mas.
    Yang akan memedakan itu adalah pemikiran dan mungkin wawasan dalam beberapa bidang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener mas, rasa syukur dengan apa yang telah kita lalui adalah salah satu cara agar kita diberi kekuatan lahir batin. Mudah mudahan dengan berusaha dan berdoa serta didasari kesabaran kita akan memperoleh keberuntungan yang mungkin ga terfikirkan oleh kita. Terima kasih telah berkunjung di blog ini. Salam

      Hapus


EmoticonEmoticon