Kamis, 12 April 2018

Pernah juga kerja di pabrik

Mungkin yang dikatakan orang normal adalah orang yang mempunyai aktifitas rutin atau layaknya dengan orang orang lainnya. Saat itu aku pernah berfikir kalau menjadi orang normal di daerahku adalah bekerja dengan rutinitas yang tetap dan fokus. Banyak pemuda pemudi di kampungku yang menjadi pekerja di pabrik atau bahkan mereka berwirausaha. Aku pernah berpikir mungkin orang yang normal adalah orang seperti mereka yang mempunyai aktifitas rutin dari pagi hingga petang.

Herwanto


Menanggapi kegalauanku yang seperti itu akupun mencoba untuk seperti mereka dengan aktifitas menjadi karyawan kontrak di sebuah pabrik di daerah Ungaran. Aku mendaftar dipabrik tersebut 3 kali dan yang terakhir kalinya aku diterima sebagai karyawan kontrak. Awal mula kerja yaitu sekitar Januari akhir tahun 2018 ini. Aku mulai belajar dengan kondisi lingkungan baru yang sebelumnya aku belum pernah bergelut disitu. Dalam perjalanannya aku berusaha berfikir, berusaha untuk menyesuaikan dan menikmati apa yang ada dalam lingkungan baru tersebut. Namun apa yang terjadi satu bulan awalpun aku ga mampu bertahan.

Ada beberapa hal yang menjadi hambatan dalam penyesuaian tersebut, yang pertama adalah kondisi kesehatan aku sendiri yang kurang baik. Aku ga tau kenapa hal ini terjadi padahal sebelumnya aku jarang sekali mengalami gangguan kesehatan. Sakit kepala menjadi salah satu penyakit yang mulai akrab denganku, padahal dalam kerja sering sekali aku di tempat ketinggian dan tidak menggunakan peralatan pengaman. Hal ini menjadi alasanku mengundurkan diri dari tempat tersebut. Dengan alasan kesehatan tersebut akhirnya dunia pabrikpun aku tinggalkan.

Kini aku berada dalam sebuah aktifitas dimana mungkin orang orang menganggap remeh. Aku sebagai seorang tukang antar jemput sekolah dan juga guru les anak SD. Aku gak tau ini bisa terjadi lagi padaku, kerjaan tersebut datang bukan karena aku yang meminta seperti pekerjaan di pabrik sebelumnya, melainkan sebuah kejutan yang tak terduga bagiku yang telah menjadi pengangguran. Dari situ aku belajar berfikir positif dimana ketika kita mengejar materi semata maka disitu akan ada suatu hal yang tidak kita inginkan, namun jika kita meminta dan menerima apa yang diberi Tuhan maka disitu akan ada hal yang tidak kita dapatkan ketika kita hanya mengejar materi.

Pelajaran yang saat ini aku jalani mungkin tentang meminta dan bersyukur. Menyadari bahwa kita hanya sebagai makhluk Tuhan yang tidak bisa mencukupi kebutuhan sendiri. Tuhanlah yang mencukupi kebutuhan kita dan mengatur yang terbaik untuk kita.

0 komentar

Posting Komentar